Etika berkomunikasi dengan Dosen

Penting untuk kalian terutama Mahasiswa Baru tentang bagaimana cara dan etika berkomunikasi dengan dosen. Karena perlu kalian ingat bahwa bangku perkuliahan jelas beda dengan bangku sekolah, tentu aja cara berkomunikasi juga beda. Kalian harus memikirkan bahwa dengan berkomunikasi, kesan tentang diri kalian juga akan terus diingat oleh dosen. Bukan nggak mungkin dosen mengingat kalian karena dosen merasa kalian kurang sopan. Bukan berarti kita harus menganggap bahwa dosen itu raja ya, tapi kalian perlu memahami bahwa dosen adalah orang yang akan mentransferkan ilmu yang mereka punya pada kalian selama diperkuliahan, maka dari itu kalian jelas perlu hormat dong dengan beliau-beliau.

Komunikasi dengan dosen tidak hanya secara langsung lho, karena perkembangan teknologi yang semakin pesat. Tidak sedikit dosen yang menggunakan media sosial seperti WhatsApp atau LINE dalam berkomunikasi dengan mahasiswa. Tapi bukan berarti dengan berkomunikasi dengan media sosial, kalian jadi seenaknya dengan dosen. Ada beberapa etika yang perlu kalian perhatikan dalam berkomunikasi lewat media sosial dengan dosen:

  • Perhatikan waktu yang tepat untuk menghubungi Dosen

Pilihlah waktu yang biasanya tidak digunakan orang pada umumnya untuk beristirahat atau beribadah, waktu paling aman adalah ketika waktu kerja. Siapa sih yang seneng ketika diganggu saat pengen beristirahat, bayangin deh kalian udah capek-capek kerja seharian pas pengen istirahat masih ada aja orang yang ganggu kalian kan jelas bikin badmood banget tuh. Makanya hindari menghubungi dosen di waktu-waktu istirahat seperti pukul 21.00 WIB ke atas.

  • Awali pesan dengan ucapaan salam atau sapaan

Dalam memulai percakapaan tentu penting untuk mengucapkan salam, tapi harus liat-liat dulu kata atau kalimat yang kalian pilih. Jelas untuk dosen nggak mungkin dong kalian mengucapkan salam dengan “Halo” atau “Hai”, akan lebih sopan jika kalian menggunakan “selamat pagi” (ketika pagi) atau “selamat siang” (ketika sore) dan selanjutnya atau nggak ketika kalian sudah mengetahui bahwa pihak dosen dan kalian sendiri adalah seorang muslim “Assalamualaikum” bisa juga jadi pilihan.

  • Perkenalkan diri 

Salah satu hal yang nggak bisa kalian lupain adalah yang punya keperluan dengan dosen itu nggak cuma kalian. Banyak mahasiswa baru lain atau mahasiswa semester lanjut lainnya yang punya perlu dengan dosen tersebut. Cara agar dosen bisa lebih mudah mengenalin kalian ya dengan kalian memperkenalkan diri kalian sendiri. Misalnya seperti “Nama saya Rifqi Agustin, mahasiswa jurusan Administrasi Negara angkatan 2015”. Simple to?

  • Pastikan pemilihan kata dan tanda baca yang baik

Pastikan bahwa kalian menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar, jangan sampai kalian pake bahasa singkat seperti dmn, yg, kpn, otw dan lain-lain. Dan perhatikan juga tanda bacanya, jangan sampe terlalu banyak dan akhirnya ditafsirkan kalo kalian memerintah, emosian, atau sedang marah seperti “bpk dmn??????!”.

  • Akhiri pesan dengan ucapan terima kasih dan salam

Ketika kalian menghubungi dosen, jelas kalian memiliki keperluan dengan beliau ucapan terima kasih merupakan wujud apresiasi yang bisa kalian tunjukkan kepada dosen karena dosen mau meluangkan waktu untuk kalian.

Contoh umum:

Assalamualaikum wr wb, selamat pagi pak edy. Mohon maaf mengganggu waktu bapak. Saya Nur Kholis, mahasiswa ilmu kesejahteraan sosial angkatan 2015. Saat ini saya membutuhkan tanda tangan bapak untuk Kartu Rencana Semester saya di semester 7 ini pak. Kapan sekiranya saya dapat menemui bapak? Terima kasih atas waktunya. Waalaikumsalam wr wb.

Cukup mudah kan berkomunikasi dengan dosen? Poin-poin ini jangan pernah sampai kalian abaikan, karena bukan tidak mungkin kalian diingat dosen karena cara berkomunikasi kalian yang dianggap tidak sopan. Nantinya kalian sendiri yang rugi, kan?

 

Artikel ini ditulis oleh Dept Komunikasi dan Informasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close