[ FISIP MENULIS ]

Merdeka Indonesia Seharusnya Nyata!

Oleh

Anrico Alamsyah

Wahai saudara-saudari.

Sebangsa, sebahasa, setanah air.

Sudahkah nyata kemerdekaan kita?

Ada yang berkata sudah.

Namun, banyak yang berbicara belum.

Mari merenung dan kita pikirkan bersama.

17 Agustus 1945.

Itu bukanlah kemerdekaan, itu hanyalah permulaan!

Bung Karno dan para pahlawan tlah memberikan angan dan harapan.

Namun juga pesan tentang tantangan!!!

Digaungkannya perjuangan pendahulu kita yang lebih mudah karena hanya mengusir penjajah.

Dan dengan penuh keseriusan diingatkannya perjuangan kita yang lebih sulit karena melawan bangsa sendiri!

75 tahun kita merdeka! Katanya.

7x kita berganti kepala.

Tak terhitung berapa total kebijakan untuk mensejahterakan seisi negara.

Tetapi……

Tak terlihat juga berapa total upaya yang pernah dilakukan oknum yang ingin menghancurkan seisi negara.

Demi apa?

Kepentingan diri sendiri!

Perkaya diri dan sanak famili.

Dampaknya?

Kemiskinan tetap berceceran.

Pendidikan tak kunjung sesuai angan.

Koruptor semakin berkelakar dengan tingkahnya yang kotor!

Ahhh, hanya secuil fenomena tragis di negeri yang tropis.

Tragis yang menyisakan tangis.

Dan membuat batin teriris.

Miris……

Wahai saudara-saudari.

Sebangsa, sebahasa, setanah air.

Sadarlah tentang betapa kayanya isi negeri kita!

Tongkat, kayu batu jadi tanaman!

Sabang sampai Merauke bertabur keberagaman.

Tidak berlebihan jika negeri kita disebut tanah surga!

Renungkanlah bagaimana hebatnya nenek moyang kita!

Saat Eropa baru mengalami masa pencerahan.

Nenek moyang kita sudah selesai mengelola logam!

Membangun candi dan memperluas kekuasaan hampir seluruh Asia Tenggara!

Cintailah budaya kita!

Rawat dan lestarikan peninggalan nenek moyang kita.

Jangan terlalu mengagung-agungkan negara barat!

Karena sesungguhnya kita lebih kaya dan penuh warna!

Mari bersatu mencabut doktrin yang tertanam pada batin dan pikiran.

Yang menjauhkan kita dari mencintai ragam budaya dan kekayaan berjuta warisan!!!!

Wahai saudara-saudari.

Sebangsa, sebahasa, setanah air.

Hanya ada satu cara paling sederhana untuk mewujudkan merdeka kita yang seharusnya nyata!

Yaitu……

Cintai negri ini sepenuh hati!

Tunjukkan pada dunia kecantikan Ibu Pertiwi!

Merdekakan pikiranmu.

Merdekakan jiwa ragamu.

Kemudian, merdekakan Indonesia!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close