Komunikasi Verbal dan Non Verbal

Dalam wikipedia komunikasi diartikan sebagai  suatu  proses di mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan lainya. Pada umumnya kita mengenal komunikasi secara lisan atau disebut dengan komunikasi verbal. Komunikasi ini dilakukan secara langsung dengan bertatap muka dengan lawan bicara. Apabila tidak ada komunikasi secara verbal, masih dapat dilakukan komunikasi dengn menggunakan gerak-gerak badan, menunjukkan sikap tertentu atau isyarat yang lebih sering disebut komunikasi non-verbal.

Komunikasi verbal merupakan hasil belajar dan dipengaruhi oleh sosial budaya. Komunikasi ini memiliki struktur kompleks yang meliputi bunyi dan pengucapan, tata bahasa, makna, dan  tata krama. Sebagai contoh gaya komunikasi orang Jawa dengan orang Madura memiliki perbedaan dalam strukturnya. Orang Jawa memiliki ciri pengucapan yang halus dan lemah lembut, memiliki tingkatan seperti ngoko, krama, dan krama alus. Sedangkan orang Madura memiliki ciri pengucapan yang sedikit keras dan cepat, memiliki tingkatan kasar dan halus.

Komunikasi verbal juga memiliki bentuk-bentuk uraian, antara lain:

  • Perintah

Bentuk uraian dari perintah dapat mempengaruhi perilaku orang lain dimana kata perintah itu sendiri memiliki arti menyuruh orang lain melakukan sesuatu

  • Pertanyaan

Pertanyaan memungkinkan seseorang memperoleh informasi dalam lawan bicaranya

  • Informasi

Informasi ini dapat berupa penjelasan atau keteranan yang didapat dari suatu pertanyaan

  • Pembicaraan informal

Pembicaraan informal biasanya dilakukan dengan orang yang telah akrab, namun tida menutup kemungkinan dapat dilakukan dengan orang yang baru dikenal. Pembicaraan informal dapat memperkuat relasi sosial seseorang

  • Ekspresi emosi dan sikap

Ketika sedang berbicara tak jarang seseorang menunjukkan emosi dan sikapnya lewat intonasi atau mimik wajah. Ekspresi emosi dan sikap ini dapat menjelaskan pernyataan diri seseorang

  • Ujaran performatif

Ujaran ini biasanya dilakukan untuk tujuan tertentu seperti memilih atau menilai sesuatu

  • Rutinitas sosial

Rutinitas sosial ini merupakan kebiasaan setempat yang dipengaruhi oleh sosial budaya seseorang seperti pengucapan terima kasih, salam, dan permohonan maaf

  • Pesan tersembunyi

Pesan tersembunyi menegaskan bahwa ada suatu maksud yang secara tidak langsung ingin diungkapkan

Setelah mengetahui tentang komunikasi verbal tentunya harus dipahami pula tentang komunikasi non-verbal. Komunikasi non-verbal ini berakar dari dunia hewan dimana hewan tidak dapat berkomunikasi secara langsung lewat perbincangan atau suara layaknya manusia. Komunikasi verbal berlangsung dalam proses :

Komunikator – penyandian – tanda – penerjemahan – komunikan

Proses ini tidak berlangsung dalam waktu yang cepat seperti komunikasi secara verbal. Komunikator menyamaikan komunikasinya lewat penyandian yang kemudian dikenali komunikan lewat tanda atau isyarat dan diterjemahkan oleh komunikan sedemikian rupa hingga komunikan memahami apa yang hendak diperbincangkan oleh komunikator.

Saluran-saluran yang terdapat dalam komunikasi non-verbal, antara lain:

  • Ekspresi wajah

Ekspresi wajah dalam komunikasi non-verbal dapat menunjukkan kondisi emosi yang sedang dialami oleh seseorang

  • Tatapan mata (gaze)

Tatapan mata dapat menunjukkan suka atau tidak suka nya seseorang dengan lawan bicaranya

  • Nada suara

Selain ekspresi wajah, dalam komunikasi non-verbal nada suara juga menunjukkan kondisi emosi seseorang. Nada suara juga dapat menunjukkan sikap, kepribadian, dan latar belakang sosial seseorang

  • Gerakan tubuh (gestures)

Gerakan tubuh tentunya menjad salah satu hal yang akan diperhatikan ketika komunikasi non-verbal. Gerakan tubuh dapat mengarahkan perhatian, menekankan maksud, dan ilustrasi secara visual

  • Posisi tubuh (posture)

Posisi tubuh ketika berkomunikasi secara non-verbal dapat menunjukkan status sosial, sikap, dan tingkat kepercayaan diri seseorang

  • Sentuhan

Sentuhan dapat memberikan kedekatan yang afektif dan intensi, namun juga dapat menunjukkan seksual dan agresi seseorang. Sehingga saat melakukan komunikasi non-verbal sentuhan harus sangat diperhatikan

  • Perilaku spasial

Jika dalam komunikasi verbal pembicaraan informal dapat meningkatkan keakraban, maka dalam komunikasi non-verbal perilaku spasial lah yang dapat meningkatkan keakraban seseorang

  • Penampilan

Penampilan dapat menjadi informasi mengenai sesorang seperti kelas sosial, pekerjan, keanggotaan, jabatan, dll

Mengapa kemudian komunikasi verbal dan non-verbal penting untuk dipahami. Hal ini karena kita hidup dalam lingkungan sosial yang mengharuskan kita melakukan komunikasi dan interaksi dengan orang lain. Kita tidak pernah tahu apakah yang kita bicarakan dengan orang lain tidak menyakiti hatinya atau malah sebaliknya. Kita juga tidak pernah tahu bagaimana orang tersebut nyaman ketika berkomunikasi dengan kita. Dan hal-hal lainya yang berhubungan dengan komunikasi dengan orang lain. Untuk itulah sangat penting mengetahui komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal.

 

Artikel ini ditulis oleh Dept. Luar Negeri, Bidang Eksternal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close