Pentingnya Adaptasi Lingkungan oleh Mahasiswa Baru

Bagi mahasiswa baru, mereka akan mengenal kehidupan yang jauh berbeda dibandingan dengan mereka di SMA dulu, di dunia perkuliahan, semuanya akan terasa sangat berbeda. Tidak ada yang mengingatkan jadwal kuliah, tidak ada yang mencari jika semisal kita tidak masuk kuliah, dan kita akan berhadapan dengan teman-teman baru yang tidak berasal dari daerah yang sama, bahkan berasal dari luar pulau. Sehingga, adaptasi lingkungan merupakan hal yang penting untuk dilakukan oleh mahasiswa baru. Mahasiswa baru yang berada di FISIP UNEJ kebanyakan berasal dari daerah tapal kuda (probolinggo, lumajang, jember, situbondo, bondowoso, dan banyuwangi). Namun, selain itu, banyak juga yang berasal dari daerah lain, seperti jawa tengah, jawa barat, Jakarta, dan bahkan luar pulau. Oleh karena itu, tidak jarang terjadinya sedikit kesalahpahaman dalam memaknai perkataan atau perbuatan yang dilakukan, karena memang hal tersebut tidak biasa dilakukan oleh masyarakat setempat.

Adaptasi lingkungan menjadi sangat penting baik untuk yang dominan ataupun yang kecil jumlahnya. Hal ini dilakukan bertujuan untuk meminimalisir adanya gesekan budaya yang dapat menimbulkan salah paham. Karena setiap daerah memiliki cara berinteraksi yang berbeda satu sama lain, terutama yang berasal dari daerah diluar jawa timur atau diluar pulau jawa. Sehingga, kadang terjadi gesekan budaya karena ada hal-hal yang tidak biasa dilakukan di daerah setempat kemudian dilakukan. Dalam hal ini, mahasiswa yang dominan ataupun tidak harus dapat mengerti satu sama lain dan mau menerima perbedaan yang ada disekitar mereka.

Hal ini menjadi menarik untuk diulas karena dari tahun ke tahun, banyak mahasiswa yang berasal dari luar jawa timur mulai masuk ke Universitas Jember, sehingga, keberagaman yang terdapat dimasing-masing fakultas terutama di FISIP juga semakin bertambah. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru, antara lain:

  • Menyesuaikan diri dengan bahasa daerah setempat

Hal ini menjadi sangat penting karena bahasa daerah setempat adalah bahasa yang digunakan sehari-hari oleh masyarakat, sehingga kita dapat lebih diterima karena mampu menyesuaikan diri dengan bahasa setempat.

  • Menyesuaikan pola interaksi dengan orang lain.

Bagi mahsiswa yang berasl dari luar jawa timur, pastinya memiliki cara masing-masing dalam berinteraksi dengan orang lain. Dalam hal ini, baik mahasiswa yang dominan ataupun yang kecil harus dapat menyesuaikan pola interaksi satu sama lain. Pola interaksi ini menjadi sangat penting untuk dilakukan dengan tujuan untuk memperkecil gesekan budaya yang akan terjadi.

  • Berbaur tidak perlu dengan cara yang berlebihan

Terkadang, beberapa mahasiswa baru menggunakan cara berlebihan untuk dapat diterima dilingkungan sosialnya, cara ini tidak dapat dibenarkan juga. Jika ingin berbaur dengan lingkungan sekitar, cukup ikuti saja pola pola yang dilakukan oleh masyarakat setempat, maka cepat atau lambat kita akan diterima dan proses adaptasi pun dapat berjalan dengan optimal.

Artikel ini ditulis oleh Presidium Bidang Internal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close