TANGISAN PETANI DI NEGARA YANG KONON KATANYA ADALAH NEGARA AGRARIA

oleh

Lavita Mumtaz Mahal

Ilmu Kesejahteraan Sosial

Sejak tahun 1963 pada setiap tanggal 24 September 2020 diperingati sebagai Hari Petani Nasional. Peringatan ini bertujuan untuk mengapreasi perjuangan petani kita dalam menyediakan makanan pokok bagi rakyat Indonesia. Perjuangan seorang petani yang tak kalah heroiknya dibandingkan pahlawan perjuangan lainnya. Perannya yang penting bagi keberlangsungan hidup rakyat Indonesia sejak zaman penjajahan hingga saat ini. Mereka merupakan pahlawan tanda jasa yang kian dilupakan. Jeri payahnya yang tak dihargai hingga diperlakukan tak manusiawi.

Kini peringatan hanyalah sebuah peringatan. Peringatan yang digaung-gaungkan untuk mengapreasi dan melepaskan penderitaan petani ternyata hanya perayaan tahunan yang tak berarti bagi mereka. Penderitaan yang tak kian hilang terus menghantui mereka. Impor bahan pokok, diskriminasi hingga kekerasan menghantui mereka. Lahan pertanian yang menjadi satu-satunya mata pencaharian mereka menjadi sasaran. Lahan pertanian yang kian tahun terus menyusut telah digantikan oleh perkebunan kelapa sawit, kawasan industri hingga rusak karena kegiatan tambang.

Petani telah kehilangan lahannya. Jeritan menuntut keadilan kian tahun kian mengekeras namun hati para pemimpin semakin mengeras. Teriakan petani hanya dianggap sebagai angin lalu. Mereka seakan-akan tuli dan acuh. Petani dipaksa untuk menjadi pekerja. Bagi yang beruntung dan masih berkesempatan mendapatkan pendidikan akan dijadikan sebagai buruh pabrik. Bagi yang tidak, dibiarkan menderita.

Kita adalah generasi penerus bangsa yang memiliki tanggungjawab atas keberlangsungan bangsa ini. Termasuk nasib lahan pertanian saat ini. Apakah kita akan diam saja melihat lahan pertanian yang menjadi lahan penghasil makanan pokok bagi rakyat digantikan oleh industri dan lahan pertambangan? Apakah kita akan diam saja melihat ketidakadilan bagi rakyat kecil? Hal tersebut hanya dapat kita jawab sendiri.

LAWAN ATAU TERTINDAS!

IG : @lavitamahal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close